Saya ingin
bercerita tentang suatu hal kepada kalian, yang sampai saat ini masih membuat
saya kaget. Pada saat itu hari Minggu dan saya sudah dibangunkan Roh Kudus
pagi-pagi benar untuk berdoa dan menyantap Firman Tuhan. Pada pagi itu saya
diajari oleh Roh Kudus tentang Sukacita Sesudah Dukacita
“Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” 2 Korintus 7:10
Puji Tuhan,
terima kasih Tuhan sudah menjawab keraguanku. Sebelumnya saat itu saya memang
sedang bersedih karena berfikir apakah aku yang berdosa ini layak untuk
menerima keselamatan yang datang dari Tuhan? Dan jawaban Tuhan datang tepat
sekali dan memusnahkan segala macam keraguanku. Tuhan memang mengetahui hati
setiap orang yang Dia kasihi dan Tuhan benar-benar mengerti apa yang aku pikirkan.
Oh ya,karena hari itu adalah hari Minggu. Itu berarti saya akan ke gereja
untuk memuliakan nama-Nya. Saat itu masih pagi sekitar jam setengah 5 dan saya
dibuat bingung apakah akan ke gereja pagi jam 6 atau yang jam 8. Saat itu masih
gelap sekali dan habis gerimis, karena itu saya sempat berfikir lebih baik
mengikuti ekaristi jam 8 saja. Namun ternyata Roh Kudus berkehendak lain dan
mendorong saya untuk mengikuti ekaristi jam 6. Puji Tuhan saya taat terhadap
Dia.
Setelah
misa, saya pun kembali bergegas pulang ke kost dan ternyata begitu saya masuk
rumah kost hujan deras langsung turun. Puji Tuhan saya memuji Roh Kudus karena
Beliau telah mengingatkan saya, coba jika saya bersikeras untuk datang ke
gereja jam 8, mungkin saya akan basah sampai di gereja atau bahkan mungkin
tidak ke gereja sama sekali. Hujan sempat reda pada siang, tapi sore sekitar
jam 5 hujan deras kembali turun, sehingga jika saya memutuskan untuk menunggu
hujan di pagi hari dan ke gereja sore-pun tentu saya tetap akan berhadapan
dengan hujan. Tuhan memang luar biasa, percaya terhadap tuntunan Roh Kudus
tidak akan pernah rugi.
Setelah ke
gereja saya menyempatkan diri untuk melihat kartun-kartun di pagi hari yang
dulu rutin saya tonton ketika saya masih kecil. Kali inilah yang saya sebut
sebagai Tuhan menunjukkan wajah dunia yang sesungguhnya kepada saya. Saat itu
saya menonton Doraemon dan yang saya lihat adalah sesuatu yang belum pernah
saya lihat sebelumnya. Saya melihat kengerian dan kebengisan di kartun ini, saya
tidak menemukan damai sejahtera lagi ketika melihatnya. Saya pun hentikan
menonton tv dan memutuskan untuk membaca Buku yang tidak pernah usang saja,
yaitu Alkitab, ya Alkitab selalu bisa digunakan kapan saja dan selalu cocok di
situasi kapan saja karena itu tidak pernah usang.
Pada siang
harinya saya memutuskan untuk berbelanja kebutuhan harian karena saat itu saya
memang baru saja kembali dari kota asal saya untuk berlibur. Skip skip..
Waktu akan
membayar, saya melihat suatu wajah dunia yang sebenarnya lagi, saat itu ada
seorang ibu-ibu yang mendorong anaknya di sebuah kursi roda. Saya kira itu
adalah hal yang biasa, mungkin anak tersebut baru saja kecelakaan. Namun yang
saya lihat benar-benar membuat saya ngeri, saya melihat anak tersebut seperti
seorang kesurupan. Kepalanya miring ke kiri dengan sedikit menengadah. Matanya
terpejam namun mulutnya ternganga. Saya takut dan memilih untuk memalingkan
pandangan saya ke tempat lain. Setelah beberapa saat, saya kembali melihat ke
anak tersebut, yang saya lihat sekarang adalah seorang anak yang normal seperti
anak lainnya. Benar-benar berbeda dengan apa yang saya lihat sebelumnya.
Yang saya
tangkap dari hal tersebut adalah semua penyakit itu berasal dar roh-roh jahat
dan karena itulah Tuhan Yesus dulu sering mengusir roh-roh jahat dari dalam
tubuh manusia.
“Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit” – Matius 8:16
Hal itu semakin
mengkonfirmasi bahwa iblis-lah yang berkuasa atas dunia ini dan membenarkan
ayat ini.
“Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.” – Lukas 4:6
Oh Tuhan,
betapa mengerikannya dunia tanpaMu. Saya sudah pernah tersesat dan saya tidak
ingin tersesat lagi. Teruslah pimpin aku dalam rencanaMu oh Yesusku.
Bertobatlah
dan terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu karena hanya melalui
Dia-lah engkau bisa selamat.
No comments:
Post a Comment