Bagaimana
saya akan memulai tulisan ini? Cerita ini mungkin panjang, tapi saya akan
berusaha memberi poin-poinnya. Oke saya akan memulainya ketika saya masih
berada di bangku sekolah. Saya cukup beruntung karena ayah saya mengenalkan
saya terhadap Tuhan Yesus sejak kecil, saya ini termasuk orang yang diberkati
oleh Tuhan dan ayah saya bilang kalo sejak kecil saya memang selalu antusias
dengan Tuhan. Singkat cerita, secara awam saya adalah anak kecil yang
menyenangkan karena selalu suka ke gereja untuk menerima berkat.
Pada waktu
SMP saya menerima baptisan Roh Kudus untuk dapat mengenal Tuhan lebih jauh dan
lebih dalam. Saya merasakan kuasa yang begitu luar biasa sehingga hidup saya
pun berubah. Saya semakin bersemangat di dalam Tuhan dan memisahkan diri dari
gemerlapnya kenikmatan dunia. Saya sering mendapat mimpi-mimpi supernatural
tentang Tuhan Yesus. Bagi saya waktu itu adalah Tuhan yang paling utama dan
tidak ada yang lain. Tapi benar kata alkitab,
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.” – Lukas 11:24-26
Hal itu
terjadi di dalam diri saya. Di saat saya aktif melayani Tuhan, saya mulai
mempertanyakan banyak hal. DItambah lagi suatu disorder yang terjadi terhadap
saya, yang baru-baru ini ditujukkan Tuhan kepada saya. Jadi saya ini orang yang
mempunyai anxiety disorder dan itu berkembang menjadi religious OCD (Obsessive Compulsive
Dissorder). Saya selalu tersiksa dengan kata-kata jahat yang terus keluar di
pikiran saya tanpa saya ingini dan itu selalu terjadi saat saya berusaha
mendekatkan diri kepada Tuhan (Saat ini saya-pun masih mengalaminya, namun
biarlah di dalam kelemahanku kekuatan Tuhan menjadi sempurna, ingat tentang duri dalam daging Paulus?). Saya-pun karena ketidaknyamanan ini memilih
untuk melonggarkan hubungan saya dengan Tuhan, yang ternyata membuat iblis
gembira karena rencananya berhasil.
Saya mulai penasaran dengan apa yang ditawarkan di dunia dan saya mulai berpindah ke ‘sisi’ yang lain untuk mencicipi apa yang dunia ini tawarkan. Pikir saya saat itu, “Coba sedikit ah, yang penting nggak ketagihan.”. Saya mulai merokok, aktif mencari hal-hal tentang kecabulan, menyukai kekerasan, dan sangat nyaman dengan umpatan dan juga kutuk. Saya semakin nyaman dan merasa tidak ada yang salah dengan diri saya. Apalagi setelah saya menjauh dari Tuhan ternyata kata-kata pengganggu pikiran itu tidak pernah muncul lagi.
Saya saat
itu berfikir, Tuhan Yesus saja mau berteman dengan seorang penjahat dan pelacur
kenapa saya tidak? Toh tidak akan merugikan orang lain. Ternyata saya salah
dalam mengartikan Firman tersebut dan roh jahatlah yang kemudian memutarbalikkan
kebenaran dari Firman tersebut. Saya semakin jauh dan parahnya saya tidak sadar
jika saya telah berdosa. Saya menjadi tidak nyaman dengan segala macam
pemberitaan tentang Firman Tuhan, saya tidak nyaman tentang pembicaraan tentang
Tuhan, dan parahnya saya tidak nyaman ketika berada di rumah Tuhan. Saya
benar-benar telah terlena.
Saya
sebelumnya bukanlah orang yang menggilai pornografi, namun saya melihat bahwa
hal tersebut tampaknya sudah sangat biasa di kalangan remaja saat ini. Padahal Alkitab
dengan tegas berkata.
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak akan menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah" – Matius 5:13-15
Saya merasa
masa bodoh dengan hal tersebut dan terus berfikir, “Bukankah semua orang juga
melakukannya? Jadi saya kira nggak apa-apa kalo cuman sekali dua kali.”. Saya
semakin terjatuh dalam gemerlapnya dunia dan merasakan bahwa dunia memang ‘enak’.
Apalagi saya ini termasuk orang yang diberkati kecerdasan oleh Tuhan, sehingga
saya kemudian berfikir bahwa saya bisa melakukan apa saja tanpa Tuhan.
Sebelumnya,
saya termasuk orang yang dengan tegas berfikiran bahwa apapun pergaulannya yang
penting bagaimana kalian mensikapinya. Kalo kepribadian kuat, separah apapun
pergaulannya tidak akan mempengaruhi. Tapi nyatanya, saya salah. Saya bergaul
dengan orang-orang yang menganggap melakukan dosa adalah suatu hal yang biasa
dan manusiawi. Saya bergaul dengan orang-orang yang menganggap hawa nafsu
adalah hal yang sangat alamiah bagi manusia. Saya terjatuh semakin dalam dan
rasanya tidak akan ada yang sanggup menolong saya lagi. Saya terlalu
menikmatinya untuk berada di kenikmatan dunia tersebut dan saya tidak ingin
keluar.
Saya mulai
menganggap berhubungan seksual adalah hal yang biasa, jelas ini merupakan
sebuah pemikiran yang datangnya dari Iblis, namun sayangnya saya tidak pernah
menyadarinya. Saya terus diseret ke dalam kenikmatan duniawi dan saya tidak tau
bahwa apa yang telah saya lakukan itu berarti saya telah menyalibkan Tuhan
Yesus berkali-kali.
Sampai
suatu ketika, pada saat liburan semester kuliah. Saya mengalami suatu kejadian
yang seketika mengubah hidup saya. Saya waktu itu yang sedang mabuk dengan
birahi, seketika takut akan bahaya penyakit yang mengancam saya. Saya terus
sibuk mencari tentang gejala dan juga cerita penyembuhan suatu penyakit yang
saya takuti tersebut. Saya saat itu tidak tahu bahwa apa yang saya cari di
internet akan membawa saya kepada karunia terbesar yang pernah saya terima,
yaitu pertobatan. Saat itu saya sedang membaca sebuah artikel yang menuliskan
bagaimana seorang Kristiani sembuh dari suatu penyakit yang mematikan dan bukan
secara kebetulan saya menemukan sebuah ayat yang berbunyi.
“Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."” – Yohanes 5:14
Astaga,
saat itu rasa haru langsung menyerang saya. Saya merasa benar-benar merasa
bersalah terhadap Tuhan dan Roh Kudus karena selama ini saya telah dengan
berani membangkang terhadap Tuhan. Saya berada di penyesalan yang dalam karena
selama saya sudah melakukan hidup yang sia-sia dan tidak akan memberikan
keselamatan. Saya benar-benar menyesal Tuhan, tolong maafkan saya.
Saya sangat
bersyukur sekali karena Tuhan Yesus ternyata masih menyayangi saya, Dia tidak
pernah menyerah untuk membuat saya kembali ke jalan-Nya, Dia begitu sabar
dengan saya. Saya ingin menangis karena kebaikan Tuhan yang begitu luar biasa
terhadap saya, Tuhan masih mengijinkan saya bertobat sebelum terlambat. Tuhan
bekerja dengan cara yang misterius dan kuasa Roh Kudus benar-benar bekerja di
dalam saya sehingga memungkinkan saya untuk bertobat.
“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” – Yohanes 6:18
Sejak saat
itu Tuhan melepaskan saya terhadap segala belenggu duniawi. Saya yang dahulu
sangat menggilai game dan bisa dibilang sering lupa waktu, dilepaskan begitu
saja oleh Tuhan. Roh Kudus memberi peringatan bahwa hal tersebut bisa menjadi
berhala bagi saya dan yang Tuhan lakukan adalah membantu saya terlepas secara
langsung. Saya juga dilepaskan dari kuasa pencabulan, itu semua adalah kasih
karunia Tuhan dan Roh Kudus yang bekerja di dalam diri saya.
Saat ini
saya merasa semakin rindu terhadap Tuhan dan juga FirmanNya, saya merasakan
damai dan sukacita yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata. Bersama Tuhan
saya merasa aman dan tidak kuatir tentang apapun juga, sebab tertulis:
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” – Filipi 4:6
Puji syukur
saya panjatkan terhadap Tuhan karena kasihnya yang melimpah. Sejak saat itu
saya dengan tegas bilang kepada Tuhan Yesus. “Tuhan, aku ini milikMu. Pakailah
seturut kehendakMu.”. Tuhan Yesus memang luar biasa baik, Dia tidak memandang
masa lalu saya yang kelam untuk menunjukkan kasihNya. Dia mau dan mampu untuk
mengubah saya dan saya dengan senang hati mau untuk dibentuk Tuhan. Kemuliaan
hanya bagi Tuhan Yesus untuk selama-lamanya. Halleluya.
Bertobatlah
dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatmu sebab hanya melalui
Dia-lah kamu bisa selamat.
No comments:
Post a Comment