Saya ingat
beberapa waktu yang lalu di newsfeed Facebook, sangat ramai sebuah pembicaraan tentang
seminar LGBT yang diselenggarakan salah satu Universitas Swasta terkemuka di
kota kelahiran saya. Reaksi saya saat itu adalah masa bodoh, toh juga saya
bukan termasuk yang di antaranya. Saya cukup paham dengan reaksi teman-teman
saya yang mengutuk aksi salah satu ormas yang menolak hal tersebut dilakukan
dan berujung terhadap pembatalan seminar tersebut. Saya saat itu membenarkan
keluh kesah teman saya, toh ormas tersebut juga memang sudah sangat terkenal
dengan berita negatifnya.
Tapi itu
dulu, sekarang gimana tanggapan saya? Puji Tuhan, seminar tersebut tidak jadi
dilaksanakan karena Tuhan memang tidak berkenan terhadap hal-hal tersebut.
Mungkin maksud kampus tersebut baik, yaitu menjadi toleran. Tapi apa toleran
yang dipikirkan manusia itu tidak melanggar hukum dan ketetapan Allah? Apa
mereka yakin toleran bagi sesama sudah pasti berkenan pada Dia? Nanti dulu,
sebagai informasi, saya juga pernah berkuliah di kampus tersebut jadi saya tau
bahwa toleransi adalah hal yang sangat dijunjung tinggi oleh mereka. Sayangnya
kebenaran yang sebenarnya itu malah tidak mereka ajarkan L
Saya akan
terus mengatakan kepada kalian bahwa Tuhan menyediakan semua yang kita butuhkan
di Kitab Suci dan kita akan mendapatkan jawaban yang kita cari jika kita
bertekun di dalam Tuhan. Mengenai hal yang sudah saya jelaskan di atas, ini
sudah pernah dibahas di Alkitab, sehingga bukan alasan lagi bagi kita untuk
mengatakan tidak tahu.
“Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian” – Imamat 18:22
“Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.” – Roma 1:27
Bukankah
semuanya itu sudah jelas? Masih mau berkompromi? Yakin mau melawan kata-kata
dari Tuhan sendiri? Memang dunia ini mengatakan bahwa toleransi adalah hal yang
baik, itu benar, tetapi iblis tentu punya tipu muslihat sendiri untuk membuat
sesuatu yang tidak benar jadi kelihatan normal. Percayalah saya pernah terkena
bujuk rayu iblis dan hal itu sangat berbahaya.
Saya juga
sering dengar sebuah kalimat yang mengatakan, “Tuhan mencintai semua orang
tanpa pengecualian” Hal ini sering diteriakkan oleh para aktivis-aktivis LGBT
dalam mengkampanyekan kelompoknya. Tentu, Tuhan mencintai semua orang, semua
orang tanpa terkecuali, tapi saya tekankan Tuhan tidak mencintai dosa mereka.
Sehingga pembenaran yang mereka lakukan ini sebenarnya tidak beralasan sebab
Tuhan dengan tegas mengutuk hal yang dianggap-Nya sebagai penyimpangan itu melalui
dua ayat di atas. Tetapi kasih Tuhan memungkinkan kalian untuk bertobat dan
tidak kembali kepada jalan kalian yang jahat, percayalah Tuhan akan memberikan
pemulihan bagimu.
“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” – 2 Tawarikh 7:14
Manusia
memang keras hati, banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi LGBT adalah
takdir. Apa Tuhan pernah bersabda demikian? Sabda Tuhan sendiri menyebutkan
bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dan Tuhan memerintahkan mereka
untuk beranak cucu.
“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” – Kejadian 1:28
Jadi
pertanyaannya, apakah dengan melakukan hal tersebut kalian bisa beranak cucu sesuai dengan perintah Tuhan? Sudah tau jawabannya bukan? J Bertobatlah karena Tuhan Yesus mengasihi
kalian semua.
No comments:
Post a Comment